Thursday, 31 May 2012

Film The Avengers

Malammm blogger, Kalian tau dong film The Avengers yang buming di bulan ini. yang pemeran-pemeran nya pahlawan dari grup Marvel, ya meskipun gak ada spiderman nya .


Tapi saya tau, kalian maunya yg gratisan kan, hanya ngerelain kapasitas internetnya.




InI film yang kalian mau.Tinggal download saja filmnya dengan link di bawah ini


Part 1
Part 2
Part 3
Part 4


Lalu Gabungin aja 4 part tersebut menggunakan HJ Split


Untuk subtitlenya, tenang saya punya.




Ini linknya ---->>>>> The Avengers Sub Indonesia


Sekiann, silahkan di download dan nonton gratisan dirumah bareng keluarga dan teman
Malammm

Pengertian Sistem Komunikasi Bergerak



Definisi Sistem Komunikasi Bergerak




Sistem komunikasi bergerak memungkinkan pelanggannya dapat bergerak selama proses hubungan komunikasi berlangsung dengan catatan pelanggan bergerak dalam cakupan area penyelenggara jasa komunikasi. Kemampuan mobilitas inilah yang diunggulkan dari sistem komunikasi fixed (diam). Yang jadi permasalahan adalah bagaimana suatu sistem didimensioning agar jaminan komunikasi masih tetap dapat berlangsung meskipun dalam keadaan bergerak dapat berlaku.
            Sistem telekomunikasi yang cocok untuk mendukung sistem komunikasi bergerak ini adalah sistem komunikasi tanpa kabel (wireless) yaitu sistem komunikasi radio lengkap dengan antena  pemancar  dan perangkat radionya. Untuk dapat mengcover cakupan yang begitu luas, dilakukan pembagian  coverage area menjadi sub-sub area yang disebut cell. Oleh karena itulah sistem komunikasi bergerak disebut juga sistem komunikasi selluler.


Permasalahannya adalah bagaimana caranya agar tiap-tiap sub area tersebut dapat saling berkomunikasi sehingga pelanggan dimanapun dia, selama masih dalam coverage sub area (cell) hubungan komunikasi masih dapat dilakukan. Oleh karena itu, dalam tiap sub area (cell) harus ada dua perangkat radio, yang pertama untuk komunikasi cell dengan pelanggan yang ada di wilayahnya dan perangkat radio yang kedua digunakan untuk hubungan komunikasi antar sub area (cell).
            Idealnya bentuk cell adalah heksagonal agar seluruh ruangan ter-cover, tetapi kenyataannya di lapangan bentuk cell adalah lingkaran sehingga ada celah antara cell yang tidak tercover oleh jaringan. Daerah ini disebut daerah blank spot, dimana pada daerah ini pelanggan tidak  dapat melakukan hubungan komunikasi.
            Berdasarkan ukuran luasnya jangkauan cell dapat dibagi menjadi tiga jenis cell yaitu:

-       Macrocell : diman R > 5 km (biasanya 7 km)
-       Microcell  : dimana 1 < R < 3 km
-       Picocell     : dimana R < 1 km

Setiap cell ini di cover oleh suatu perangkat radio lengkap dengan antena pemancarnya. Alat yang langsung mengcover langsung tiap cell disebut base transceiver station (BTS).
  
 Arsitektur Sistem Komunikasi Bergerak


GSM merupakan salah satu trend teknologi selular yang paling banyak dipakai pada saat ini. GSM merupakan teknologi selular generasi kedua yang menggunakan teknologi modulasi digital, menyediakan kapasitas lebih besar, kualitas suara serta sekuritas yang lebih baik jika dibandingkan dengan teknologi selular generasi pertama. Teknologi selular generasi kedua ini menggunakan teknologi Time Division Multiple Access (TDMA) dan Frequency Divison Multiple Access (FDMA) pada “air interface”. Air interface merupakan interface yang menghubungkan antara BTS dengan MS.
Pada teknologi ini, suatu pita frekuensi tertentu yang lebih lebar dibagi-bagi ke dalam beberapa time slot. Hal ini berarti bahwa beberapa panggilan dapat menggunakan kanal frekuensi yang sama, tetapi pada suatu slot waktu yang berbeda-beda. Ada sekitar 250sistem GSM yang beroperasi di hampir 105 negara. Di Amerika Utara, standar digital yang berbeda dikembangkan, dan dikenal dengan DAMPS (IS-136). D-AMPS ini merupakan evolusi dari standar AMPS analog yang banyak digunakan di Amerika, Asia Pasifik dan beberapa area di Eropa Timur. Di Jepang, standar digital yang dikembangkan adalah PDC. Ketiga standar inilah yang banyak dikembangkan dan mendominasi pasar sekarang ini.
Sistem GSM terdiri dari elemen-elemen penyususn dan juga system pensinyalan (signaling) dan antarmuka (interface) yang sudah distandarisasi. Pembagian jaringan GSM dapat dibedakan atas tiga subsistem yaitu:

  • RSS (Radio Subsystem)
  • NSS (Network and Switching Subsystem)
  • OOS (Operation Subsystem atau Operation and Maintenance Subsystem)


RSS (Radio Sub-System)



a. BSC (Base Station Controller)


Dalam terminologi GSM, suatu BSS adalah gabungan sebuah BSC dan semua BTS yang dikontrolnya. BSC berfungsi untuk memonitor dan mengontrol sejumlah BTS. Jadi semua pengaturan kanal pada air interface (pengalokasian/pelepasan kanal) dan mekanismehandover dilakukan secara remote oleh BSC dan MSC. Handover dilakukan secara remote oleh BSC jika handover tersebut terjadi dalam satu BSC (intracell and intra BSC handover), sedangkan handover di remote oleh MSC jika handover tersebut terjadi pada BSC yang berbeda (intra MSC and inter MSC handover).
Secara umum fungsi dari BSC adalah:
1.      mengontrol BTS yang berada di bawahnya
2.      satu BSC bisa mengontrol lebih dari satu BTS
3.      interface antara BTS dan MSC


b. BTS (Base Transceiver Station)
Base Transceiver Station terdiri dari perlengkapan radio yang diperlukan untuk mendukung sebuah sel. Tugas dari BTS adalah menjaga dan memonitor hubungan dengan MS. Lebih khusus lagi, menghubungkan dengan transmisi penerimaan radio, semua fungsi pemrosesan sinyal spesifik dengan air interface dan beberapa fungsi tambahan. BTS juga sering disebut sebagai kepanjangan tangan BSC dan merupakan bagian dengan perangkat keras tesebut.
c. TCE (Transcoding Equipment)
Dengan adanya TCE maka frekuensi radio dapat digunakan secara lebih efektif. Tugas dari TCE antara lain adaptasi bit rate antara BSC dan MSC . Hubungan informasi kontrol (SS7) dan adaptasi rate untuk transmisi data melalui telepon mobile. Beberapa literature menyebutnya sebagai TRAU (Transcoder Rate Adaptation Unit) dan dalam arsitektur kanonik GSM diklasifikasikan sebagai bagian dari BSS. Bit rate yang dapat diproses di MSC adalah 64 Kbps, sedangkan bit rate pada BSC adalah 16 Kbps. Untuk itu diperlukan transcoder antara BSC dengan MSC agar komunikasi dapat berjalan.
d. MS (Mobile Station)
Pada umumnya terdapat tiga jenis MS untuk sistem komunikasi bergerak. Pertama adalah pesawat yang terhubung dengan kendaraan  (vehicle mounterd). Kedua pesawat portable dan yang terakhir pesawat genggam (handheld). Secara arsitektur MS terdiri dari bagian yang menangani radio, bagian pemrosesan data dan antarmuka dengan pengguna atau ke terminal yang lain.
NSS (Network Subsystem)
NSS terdiri dari fungsi yang diperlukan untuk menangani perintahperintah penyediaan hubungan, proses, dan pelepasannya kembali (Fungsi switching/ penyambungan) serta mekanisme pemrosesan basis data yang mendukungnya. Fungsi ini antara lain : fungsi khusus yang berhubungan dengan mobilitas pelanggan (misalnya paging – memanggil MS selama datangnya panggilan/call setup), pengalokasian kanal radio yang dilakukan oleh BSC ke masing-masing MS selama panggilan berlangsung,menentukan location area MS, menentukan MSRN,  pengaturan pensinyalan dengan entitas yang lain (misalnya BSS),handover (interaksi MSC atau intra MSC), validasi dan security, serta pengaturan komunikasi antar pelanggan GSM dengan pelanggan jaringan telekomunikasi yang lain.
a. MSC (Mobile Service Switching Centre)
MSC pada intinya adalah suatu peralatan switching, ekivalen dengan sentral digital (ISDN) ditambah dengan pengaturan mobilitas pelanggan. Fungsi utamanya adalah untuk kordinasi panggilan dating dari/ke pelanggan GSM termasuk fungsi call routing dan call control. Lebih spesifik fungsi ini bertanggung jawab atas pengalokasian dan pelepasan kanal radio melalui BSC beserta mekanisme location updatinghandover dari satu sel ke sel yang lainnya, serta interkoneksi dengan jaringan lain (ISDN/PSTN).
b. HLR (Home Location Register)
HLR adalah tempat penyimpanan dan administrasi pelanggan yang diperlukan untuk menyediakan service (ekivalen dengan sentral lokal pada jaringan tetap ). Fungsi dasarnya adalah untuk menyediakan referensi lokasi MS pada wilayah GSM. Ketika pelanggan harus dicari (call setup), HLR akan diinterogasi unuk memberikan informasi yang relevan.
c. EIR (Equipment Identity Register)
Setiap pesawat GSM mempunyai nomor identitas yang dilakukan secara perangkat keras (IMEI). Dalam mengakses jaringan, pesawat akan mengirim pesan permintaan akses disertai dengan nomor pesawat yang bersangkutan. Jaringan akan memberikan nomor ini bila nomor pesawat tersebut tidak terdaftar dalam EIR, maka akses ke jaringan akan dapat dilakukan.
d. AUC (Authentication Center)
Authentication Center memproteksi sistem GSM terhadap penggunaan ilegal (oleh bukan pelanggan). AuC juga memproteksi sistem terhadap penyalahgunaan data pelanggan GSM. AuC terdiri dari suatu bank data unit kontrol dan monitor (untuk pemeriksaan hak akses lain) dan perangkat keras khusus untuk menjalankan algoritma enkripsi.
OMS (Operation and Maintenance SubSystem)
Bagian ini bertangung jawab terhadap operation and maintenance system GSM. OOS adalah unit fungsi yang bertanggung jawab untuk memonitor dan mengontrol sistem (totalitas semua elemen jaringan) dan mengkombinasikan semua fungsi yang diperlukan untuk menjaga konsistensi fungsional sistem secara global. Yang termasuk fungsi ini adalah :
1. Fungsi yang berhubungan dengan administrasi pelanggan :
_ Administrasi pelanggan dan hubungan.
_ Registrasi pembayaran.
_ Registrasi data untuk kepentingan statistik.
2. Fungsi yang berhubungan dengan security :
_ Memeriksa identitas pelanggan dalam AuC.
_ Melakukan pengkodean data.
_ Memeriksa identitas pesawat dalam EIR.
3. Fungsi Operasi
Berupa semua aktivitas teknis dan administritif yang diperlukan karena kondisi eksternal yang dimodifikasi misalnya pengenalan layanan-layanan baru sebagai reaksi kebutuhan baru.
4. Fungsi pemeliharaan

Friday, 18 May 2012

Doa Setelah Sholat 5 Waktu



Berikut adalah bacaan do’a dan dzikir yang dibaca setelah sholat fardhu / 5 waktu  (yaitu setelah salam).
Bismilahir Rahmanir Rahiim
(1)  Membaca:
1 Astaghfirullah
- ASTAGHFIRULLOOH  (3x)
(artinya: Aku mohon ampun kepada Allah)
2 Allaahumma antas salaam
- ALLOHUMMA ANTAS-SALAAM, WA MINKAS-SALAAM, TABAAROKTA YAA DZAL-JALAALI WAL-IKROOM
(artinya: Ya Allah, Engkaulah Maha Sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Mahasuci Engkau, wahai Rabb Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).

(2)  Membaca:
3a Laa ilaha Illallaahu wahdahu
3b Wahuwa ala kulli syai-in qodir
- LAA ILAAHA ILLALLOOH  WAKHDAHU LAA SYARIIKA-LAH, LAHUL-MULKU  WA-LAHUL HAMDU, WA-HUWA ‘ALAA KULLI SYAY-IN  QODIIR
(artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)
3c Allaahumma Laa Mani-a
3d Walaa yanfau
-  ALLOOHUMMA LAA MAANI’A  LIMAA A’THOYTA,  WALAA MU’TIYA   LIMAA MANA’TA,  WALAAYANFA’U  DZAL-JADDI MINKAL-JADDU
(Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa) Mu).

(3)    Membaca:
3a Laa ilaha Illallaahu wahdahu
3b Wahuwa ala kulli syai-in qodir
- LAA ILAAHA ILLALLOOH  WAKHDAHU LAA SYARIIKA-LAH, LAHUL-MULKU  WA-LAHUL HAMDU, WA-HUWA ‘ALAA KULLI SYAY-IN QODIIR
(artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)
4c Laa hawla walaa quwwata illa Billah
4d Lahunnikmatu
4e Laa ilaha llaallaahu Mukhlisiina Lahuddiina
- LAA HAWLA WALAA QUW WATA ILLAA BILLAAH. LAA ILAAHA ILLALLOOHU,   WA-LAA NA’BUDU ILLAA IYYAAH,   LAHUN-NI’MATU  WALAHUL-FADH-LU  WALAHUS-TSANAA’UL HASAN,   LAAILAAHA ILLALLOOHU MUKHLISHIINNA  LAHUD-DIINA  WA-LAW  KARIHAL KAAFIRUUN
(artinya: Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah.  Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah.  Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujian yang baik. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya).

(4)    Khusus untuk Shubuh dan Maghrib ditambah dzikir ini:
5a Laa ilaha Illaallaahu Wahdahu
5b Yuhyi wa yumiitu
- LAA ILAAHA ILLALLOOH  WAKHDAHU LAA SYARIIKA-LAH,  LAHUL-MULKU  WA-LAHUL HAMDU,  YUHYII WA YUMIITU WA-HUWA ‘ALAA KULLI SYAY-IN  QODIIR (10x)
(artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.   Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan  Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

(5)   Membaca:
6 Allahumma ainii ala dzikrika
- ALLOHUMMAA A’INNII ‘ALAA DZIK-RIKA, WA SYUK-RIKA, WA KHUSNI ‘IBAADATIK
(artinya: Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikirt kepada Mu, bersyukur kepada Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.)

(6)    Membaca:
7a Subhanallaah
- SUB-HAANALLOOH (33x)   (artinya: Maha Suci Allah)
7b Alhamdulillaah
- AL-HAMDULILLAAH  (33x)   (artinya: Segala puji bagi Allah)
7c AllahuAkbar
- ALLOOHU AKBAR  (33x)  (artinya: Allah Maha Besar)

3a Laa ilaha Illallaahu wahdahu
3b Wahuwa ala kulli syai-in qodir
- LAA ILAAHA ILLALLOOHU  WAKH-DAHU LAA SYARIIKA-LAH, LAHUL-MULKU  WA-LAHUL KHAMDU, WA-HUWA ‘ALAA KULLI SYAY-IN QODIIR (1x)
(artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)

(7)     Membaca:
- Surat  AL-IKHLAS  (QUL HUWALLOOHU AHAD ….dst),
- Surat AL-FALAQ (QUL A’UUDZUBIROBBIL FALAQ….. dst),
- Surat  AN-NAAS (QUL  A’UUDZUBIROBBIN-NAAS …..dst)

(8)   Membaca:
Ayat Kursi (ALLOOHU LAA ILAAHA ILLAA HUWAL- HAYYUL QOYYUMdst)
(9)    Selesai sholat Shubuh membaca:
8 Allaahumma inniy as aluka ilmaan nafian
ALLOOHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN WA RIZQON THOYYIBAN WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAN
(artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima).
Keterangan dalil:
(1)  Hadits Riwayat Muslim No.591, Ahmad V/275, 279, Abu Dawud No.1513, an-Nasa-i III/68, Ibnu Khuzaimah No.737, ad-Darimi I/311  dan  Ibnu Majah No.928.
(2)  HR. Al-Bukhari No.844 dan Muslim No.593, Abu Dawud No.1505, Ahmad IV/245, 247, 250, 254, 255, Ibnu Khuzaimah No.742 dan  an-Nasa-i  III/59, 60
(3)  Hadits Riwayat Muslim No.594, Ahmad IV/4, 5,  Abu Dawud No. 1506, 1507, An-Nasa-i  III/59, Ibnu Khuzaimah  No.740, 741
(4)  Hadits Riwayat Ahmad IV/227, at-Tirmidzi No.3474
(5)  Hadits Riwayat Abu Dawud No.1522, an-Nasa-i III/53, Ahmad V/245 dan al-Hakim (I/273 dan III/273)
(6)  Hadits Riwayat Muslim No. 597, Ahmad II/371, 483, Ibnu Khuzaimah No.750, dan al-Baihaqi II/187
(7)  Hadits Riwayat Abu Dawud No.1523, an-Nasa-I III/68, Ibnu Khuzaimah No. 755 dan Hakim I/253. Lihat shohih at-Tirmidzi No.II/8
(8)  Hadits Riwayat an-Nasa-i  dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah No.100 dan Ibnus Sunni No.124, dishohihkan oleh Al-Bani
(9)  Hadits Riwayat Ibnu Majah No.925, Shohih Ibni Majah I/152 No.753 dan Ibnus Sunni alam ‘Amalul Yaum wal Lailah

Sunday, 6 May 2012

Hiriko, Mobil Unik yang bisa Dilipat

Mencari tempat parkir sering kali jadi masalah pelik, terutama di kawasan perkotaan yang padat. Sebuah mobil listrik berukuran mikro (electric microcar) kemudian dibuat dengan kemampuan melipat diri, demi menyesuaikan dengan lahan parkir yang makin terbatas. 


Mobil buatan MIT, Amerika Serikat ini bernama Hiriko. Tubuhnya yang kecil hanya memuat dua kursi. Saat diparkir, mobil ini bisa dikecilkan menjadi setengah ukuran semula. Tiga mobil Hiriko bisa muat di tempat parkir yang biasanya hanya untuk satu mobil ukuran biasa.


Jika mobil kecil biasanya bermasalah dengan kemampuan manuver, tidak demikian dengan Hiriko. Mobil ini dilengkapi kemudi khusus bernama "robot-wheels" yang memungkinkannya berputar 180 derajat pada sumbu aksisnya.


Mobil bertenaga baterai ini bisa berjalan sejauh 62 mil atau nyaris 100 km dalam sekali pengisian baterai. Sebuah komputer dibenamkan di dalamnya, dengan kemampuan mengenali lokasi dan secara otomatis membatasi kecepatannya pada batas yang dilegalkan. Selain itu sistem navigasinya mampu menghentak bagian ban untuk memberi tahu pengemudi arah yang harus ditempuh.


Mobil futuristik ini akan diproduksi pada akhir tahun ini, dengan perkiraan harga sekitar 16.000 dolar atau sekitar Rp143 juta. Berminat?




Asal Mula Warung Angkringan

Kalo ada yang belum tahu warung angkringan kayak apa, seperti gambar dibawah ini Kalo orang Yogya pasti tau lah

MARAKNYA warung 'Angkringan' di Jakarta dan beberapa kota di tanah air, rupanya tidak bisa dilupakan begitu saja mengenai asal muasal tempat makan bersahaja yang pertama kali muncul di Yogyakarta sekitar tahun 1950-an ini.

Berasal dari kata angkring atau nangkring yang dalam bahasa Jawa berarti duduk santai. Konsep warung ini berbentuk gerobak yang atasnya dilapisi dengan terpal atau tenda plastik. Ciri khas lainnya adalah warung makan Angkringan ini mulai beroperasi mulai siang hingga subuh dini hari.


Warung makan yang dahulunya sebagai tempat beristirahat rakyat kecil yang umumnya berprofesi sebagai supir, tukang becak dan delman, seiring perkembangan waktu malah makin digemari oleh beragam lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, seniman, pegawai kantor, hingga pejabat.


Menu paling digemari dari warung Angkringan tentu saja adalah Nasi Kucing (yang dalam bahasa Jawa disebut Sego Kucing). Sebagai menu tambahan, biasanya ada disediakan tempe sambal kering, teri goreng, sate telur puyuh, sate usus, sate ceker, dan ikan bandeng. Sedangkan untuk minuman, umumnya menjual wedang jahe, susu jahe, teh manis, air jeruk dan kopi.



Jika Anda berkesempatan ke Yogyakarta, Anda harus datang ke warung Angkringan Lik Man yang punya minuman spesial yaitu kopi joss. Yang membedakan kopi ini dengan yang lainnya adalah saat penyajiannya. Pada saat akan dihidangkan gelas kopi dicelupkan arang panas yang menimbulkan bunyi jossss.

 
Lesehan
Angkringan Lik Man yang berada di Jalan Pangeran Mangkubumi (sebelah utara Stasiun Tugu), Yogyakarta inilah yang banyak diminati oleh penduduk lokal maupun wisatawan. Sangking banyak peminatnya, maka jangan heran, jika Anda ke sana, banyak menemukan puluhan orang sedang lesehan karena area angkringan tersebut sangat sempit.


Keberhasilan Warung Lik Man juga tidak lepas dari sang ayah, Pairo, seorang lelaki tua asal daerah Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Tidak mendapati lahan subur yang dapat diandalkan untuk menyambung hidup, maka sekitar tahun 1950-an mbah Pairo mengadu nasib ke Yogyakarta.


Di awal kemunculannya, mbah Pairo tidak langsung mengunakan gerobak melainkan dipikul langsung olehnya. Perjuangan tidak kenal lelah itulah yang menghantarkan usahanya berhasil hingga saat ini, dan pada tahun 1969 usahanya diwariskan kepada anaknya Lik Man.


Sangking banyak penggemarnya, warung Angkringan Lik Man kini telah dijadikan ikon wisata kuliner di Kota Gudeg tersebut.