Saturday, 28 September 2013

Tips Mata agar tidak lelah bila di depan Komputer

Apabila anda tergolong orang yang menghabiskan waktu lumayan lama di depan layar komputer, pasti suatu saat akan merasa mata anda terasa lelah dan tidak nyaman. Untuk itu mungkin tips berikut mampu membantu anda untuk mengatasii lelah pada mata akibat terlalu lama duduk di depan komputer.


1. Jaga jarak pandang dari layar monitor

Jarak mata dengan layar monitor yang terlalu dekat selain menyebabkan mata mudah lelah juga bisa membahayakan dalam jangka panjang. Jarak yang disarankan adalah 50-100cm. Jika dengan jarak pandang ini anda mengalami kesulitan untuk melihat dan membaca tulisan yang ada di layar monitor, coba ikuti tips nomor 2 berikut.

2. Meningkatkan ukuran Windows Text Size
Pada windows 7 mempunyai sebuah opsi untuk merubah teks dan item lainnya di tampilan layar. Coba anda pergi ke desktop kemudian klik kanan dan pilih opsi “personalize” kemudian “display” maka biasanya akan ada 3 pilihan yaitu smaller, medium, and larger.


3. Kurangi kecerahan layar monitor anda
Bagi sebagian orang memang lebih suka mengatur agar layar monitor terlihat lebih cerah. Namun, jika hal tersebut dapat membuat mata anda lebih cepat lelah, mengapa tak menyesuaikannya sesuai kebutuhan saja?

Apabila anda tidak tahu cara mensetting tingkat kecerahan layar, maka buku manual yang disertakan dalam paket pembelian komputer seharusnya menjelaskan hal tersebut. Namun, jika anda tak bisa menemukannya, maka cobalah cari di google. Saya yakin apabila anda memasukkan kata kunci yang tepat maka akan muncul banyak sekali artikel berisi panduan cara mengatur kecerahan layar monitor (brightness).

4. Jika anda memakai monitor CRT sebaiknya segera beralih menggunakan lCD/LED
Mungkin anda sudah seringkal mendengar bahwa layar monitor CRT bisa menyebabkan mata minus karena sinar radiasinya. Dan konon katanya juga bisa menyebabkan terlihat lebih cepat tua karena bisa memicu terjadinya pertumbuhan uban dgn cepat akibat radiasinya yg berlebihan. Harga monitor LCD memang lebih mahal dari CRT, tapi dari segi pemakaian listrik lebih hemat karena hanya membutuhkan sekitar 30% dari kebutuhan daya listrik untuk monitor CRT. Selain itu, monitor LCD tentu lebih bersahabat dengan mata karena tidak menggunakan penembakan elektron ke layar monitor untuk menampilkan gambar.

5. Cobalah kacamata anti radiasi
Dengan kacamata anti radiasi ini akan membantu mengatasi mata cepat lelah akibat duduk di depan layar monitor. Anda bisa mengunjungi toko optik terdekat untuk membeli kacamata “anti lelah” ini.

6. Mengistirahatkan mata sejenak secara berkala
Jangan pernah anda menatap layar monitor terlalu lama, usahakan mengistirahatkan mata anda setidaknya 5 menit setiap jamnya dengan menjauh dari layar monitor. Bisa saja anda melakukan gerakan meregangkan otot pinggul, tangan, kaki, dll. Atau mencuci muka yang penting menjauh dulu dari layar monitor.

7. Pergilah ke luar
Berada di dalam ruangan sepanjang hari bukan saja mempengaruhi irama tidur anda akan tetapi juga dapat memiliki efek kurang baik pada mata anda. Paparkan mata anda ke tingkat cahaya yang berbeda dengan keluar dari dalam ruangan. Hal tersebut juga bisa menghilangkan rasa jenuh akibat aktifitas monoton yang biasa anda lakukan pada hari kerja di kantor.

Tips mengatasi mata lelah ini bisa anda terapkan untuk menjaga kesehatan mata anda dan meminimalisir efek buruk akibat berada terlalu lama di depan komputer. 

Tuesday, 24 September 2013

9 Cara Perbaiki 'Mood' dalam 30 Menit



Bagi sebagian orang, suasana hati dengan mudah berubah, apa pun pemicunya. Jika berubah lebih baik, dari negatif menjadi positif, maka tak jadi soal. Bagaimana jika sebaliknya, suasana hati yang sedang baik berubah seketika dan merusak mood Anda.

Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project, mengatakan bahwa Anda tak perlu merasa egois saat sedang ingin membahagiakan diri sendiri. Penelitian menunjukkan, seseorang yang lebih bahagia memberikan manfaat baik bagi dirinya.

"Seseorang yang bahagia lebih mudah bergaul, disenangi banyak orang, sehat, dan produktif," katanya.

Saat Anda berusaha membangun kembali mood menjadi lebih baik, artinya Anda juga membantu orang lain lebih merasa bahagia.

1. Pompa energi dengan meningkatkan aktivitas
Meningkatkan level aktivitas bisa dilakukan kapan saja. Saat menerima telepon misalnya, jangan hanya duduk diam. Berdirilah atau lakukan jalan kecil. Jika ada tangga, mengapa harus menggunakan elevator? Manfaatkan fasilitas yang bisa membantu Anda memompa energi lebih kuat lagi. Atau, berjalanlah 10 menit di sela-sela waktu kerja Anda.

2. Berjalan kaki di alam terbuka
Sempatkan berjalan kaki di alam terbuka. Jangan mengurung diri di kamar atau ruangan saja. Penelitian menunjukkan, cahaya alami luar ruang menstimulasi otak yang bisa meningkatkan mood.

3. Berkomunikasi
Lakukan komunikasi dengan teman lama, melalui surat elektronik, atau apa pun fasilitas yang nyaman bagi Anda. Atau, jalinlah hubungan dengan teman baru. Membangun ikatan emosi dengan orang lain membuat suasana hati lebih positif. Anda tak hanya sedang memoles keramahan diri, tetapi juga membuat orang lain lebih ramah kepada Anda. Dengan menjalin komunikasi, Anda juga memperkuat emosi dan kehangatan persahabatan dengan orang lain. Hal ini akan membuat Anda lebih merasa bahagia.

4. Singkirkan pekerjaan yang menyebalkan
Sementara waktu, tinggalkan semua jadwal atau tugas yang hanya akan memperburuk mood. Misalnya, masalah seputar asuransi yang harus Anda selesaikan, membeli sejumlah kebutuhan yang memusingkan Anda, atau menjadwalkan ulang janji bertemu seseorang untuk urusan tak menyenangkan yang tidak terlalu penting. Meninggalkan sejumlah tugas tak menyenangkan sementara waktu akan memberikan kesenangan yang bisa memperbaiki mood Anda.

5. Lakukan pekerjaan yang berbeda dari biasanya
Ciptakan suasana baru di rumah. Saat bosan dengan rutinitas, ciptakan kegiatan baru yang jarang atau tak pernah Anda lakukan. Misalnya, jika biasanya pekerjaan berbenah dapur sepenuhnya menjadi tanggung jawab pekerja rumah tangga, maka ambil alih sementara. Cukup 10 menit saja, lakukan pekerjaan asing yang jarang Anda lakukan.

6. Berbuat baiklah untuk orang lain
Saat teman meminta bantuan Anda dalam mencari informasi tertentu, segera ambil kesempatan ini. Perkenalkan ia dengan teman Anda yang bisa membantunya mendapatkan informasi tersebut. Melakukan sesuatu yang berguna membuat Anda lebih merasa positif.

7. Selamatkan hidup seseorang
Tak sulit menjadi pahlawan. Mendonorkan darah menjadi salah satu caranya. Santunan darah dari Anda bisa menyelamatkan orang lain. Melakukan sesuatu yang berharga akan membuat Anda merasa berharga.

8. Tunjukkan bahwa Anda bahagia dengan senyuman
Senyuman meningkatkan mood Anda. Selain itu, wajah yang dihiasi senyuman memberikan kesan bahwa Anda bersahabat dan mudah bergaul.

9. Mempelajari hal baru

Pilih subyek yang memancing rasa ingin tahu Anda. Manfaatkan waktu 15 menit saja untuk mencari informasi di internet dan nikmati waktu untuk membaca. Atau pergilah ke toko buku, belilah buku yang bisa memuaskan rasa ingin tahu Anda. Pilih topik yang Anda sukai dan menyenangkan, bukan topik yang Anda butuhkan atau harus Anda ketahui.

Wednesday, 18 September 2013

Bahaya Minum Air Sambil Berdiri


Dalam suatu kajian kesehatan akupuntur yang diadakan salah satu ahli akupuntur. Ini dibuktikan dari segi kesehatan.

Air minum yang masuk dengan cara minum sambil duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos- pos penyaringan yang berada di ginjal. Nah Jika kita minum berdiri, Air yang kita minum tanpa disaring lagi.

Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.

Cara mengatasinya :
1. Biasakan minum duduk.
2. Banyak minum air putih tapi jangan kebablasan dan jangan terburu-buru

Wednesday, 11 September 2013

Fakta tentang Laut Merah

Bisakah Anda membayangkan atau menyaksikan bagaimana laut yang terletak di sebelah barat Jazirah Arab itu disebut Laut Merah? Apakah airnya yang bewarna merah? Pasir-pasirnya bewarna merah, ataukah ada sesuatu sehingga disebut Laut Merah?
Kenyataan ini sangat menarik untuk ditelusuri. Seorang ahli fisika dari Universitas Cambridge bernama Collin Humphreys yang juga seorang penulis The Miracle of Exodus mencoba menguak tabir misteri yang ada di Laut Merah. Dia mencoba melakukan penjelajahan ke pusat Teluk Aqabah dan faktanya laut itu tidak bewarna merah. Tapi seperti kebanyakan laut pada umumnya, airnya justru bewarna biru.
Di sana, Collin Humphreys hanya menemukan sekumpulan alang-alang yang tumbuh subur berkat keberadaan air tawar disekitar tempat tersebut. Rupanya, pendapat atau perkataan orang-orang sering salah memahami ucapan yang biasa disebutkan dalam bahasa Inggris. Alang-alang dalam bahasa Inggris disebut dengan reed, namun oleh masyarakat setempat diucapkan dengan red (merah). Karena keberadaannya di laut, oleh masyarakat setempat dinamakan red sea (Laut Merah), padahal biasa disebut dengan the reed seas(Lautan Alang-Alang).
Hal ini juga juga dikuatkan oleh penemuan ilmuwan lain yang menyatakan bahwa Laut Merah telah salah di terjemahkan selama berabad-abad lamanya. Aslinya kata itu adalah bahasa Ibrani dari kata Yam Suph yang artinya Lautan Alang-Alang.
Banyak cerita di masa lampau yang mengaitkan kondisi Laut Merah dengan warnanya. Ada yang menyebutkan, lautan itu berwarna merah karena banyak darah dari binatang-binatang yang mati dan membusuk. Namun, ada pula yang menyebutkan, lautan itu berwarna merah karena ada sebuah batu di dasar laut yang mengeluarkan cahaya berwarna kemerahan.
Pada abad ke-20, orang Eropa menyebut daerah tersebut dengan Teluk Arab. Sedangkan, Herodotus dan Ptolemeus menyebutnya sebagai Arabicus Sinus. Air Laut Merah sendiri sebenarnya tidak beda dengan air laut yang lain.
Penjelasan-penjelasan ilmiah menyebutkan bahwa warna merah di permukaan muncul akibat Trichodesmium Erythraeum yang berkembang. Ada juga yang menjelaskan bahwa namanya berasal dari gunung kaya mineral di sekitarnya yang berwarna merah.
Bahkan, ada yang mengaitkan penamaan merah itu dengan peristiwa yang terjadi di sungai Nil. Ketika Firaun mengklaim dirinya sebagai tuhan dan kaumnya menyembah berhala-berhala yang dipertuhankan, termasuk sungai Nil dan katak (kodok) yang dikeramatkan, Allah lalu menghukum mereka atas kesesatan yang dilakukan.
Menurut para penafsir Perjanjian Lama, yang dimaksud dengan ‘darah’ adalah perubahan sungai Nil menjadi merah. Hal ini dijelaskan sebagai suatu perumpamaan bagi berubahnya sungai Nil menjadi merah kental. Menurut sebuah penafsiran, yang mengakibatkan warna merah adalah sejenis bakteri.
Sungai Nil adalah sumber kehidupan utama bagi bangsa Mesir. Kerusakan apa pun yang terjadi pada sumber ini dapat berarti kematian bagi seluruh Mesir. Jika bakteri telah menutupi seluruh permukaan sungai Nil sampai mengubahnya berwarna merah, setiap mahkluk hidup yang menggunakan air tersebut akan terinfeksi oleh bakteri ini.
Penjelasan terbaru tentang penyebab merahnya warna air telah menunjuk protozoa, zooplankton, ganggang (fitoplankton) air asin atau tawar, dan dinoflagellata sebagai kemungkinan penyebab perubahan warna air. Semua jenis ini, baik tumbuhan, jamur, maupun protozoam mengisap oksigen dari dalam air dan menghasilkan racun yang berbahaya, baik bagi ikan maupun katak.
Patricia A Tester dari National Marine Fisheries Service yang menulis dalam Annuals of the New York Academy of Science mencatat bahwa walau kurang dari 50 spesies dari sekitar 5000 spesies fitoplankton yang dikenal, itu beracun. Spesies beracun tersebut dapat membahayakan kehidupan air.
Di masa Firaun, rangkaian bencana seperti ini tampaknya terjadi. Menurut skenario ini, ketika sungai Nil tercemar, ikan-ikan pun mati dan bangsa Mesir kehilangan salah satu sumber nutrisinya yang sangat penting. Tanpa ikan pemangsa, katak-katak dapat berkembang biak dengan sangat bebas di kolam-kolam dan di sungai Nil hingga melimpahi sungai. Kemudian, menghindari lingkungan beracun dan membusuk dengan berpindah ke daratan. Di sini, mereka mati dan terurai bersama ikan-ikan. (syafik).